Tampilkan postingan dengan label keajaiban alquran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keajaiban alquran. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Februari 2009

fungsi gunung

Al Qur’an mengarahkan perhatian kita pada fungsi geologis penting dari gunung.

"Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka..." (Al Qur'an, 21:31)

Sebagaimana terlihat, dinyatakan dalam ayat tersebut bahwa gunung-gunung berfungsi mencegah goncangan di permukaan bumi.

Kenyataan ini tidaklah diketahui oleh siapapun di masa ketika Al Qur’an diturunkan. Nyatanya, hal ini baru saja terungkap sebagai hasil penemuan geologi modern.

Menurut penemuan ini, gunung-gunung muncul sebagai hasil pergerakan dan tumbukan dari lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip di bawah lempengan yang satunya, sementara yang di atas melipat dan membentuk dataran tinggi dan gunung. Lapisan bawah bergerak di bawah permukaan dan membentuk perpanjangan yang dalam ke bawah. Ini berarti gunung mempunyai bagian yang menghujam jauh ke bawah yang tak kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan bumi.

Dalam tulisan ilmiah, struktur gunung digambarkan sebagai berikut:

Pada bagian benua yang lebih tebal, seperti pada jajaran pegunungan, kerak bumi akan terbenam lebih dalam ke dalam lapisan magma. (General Science, Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 305)


Dalam sebuah ayat, peran gunung seperti ini diungkapkan melalui sebuah perumpamaan sebagai "pasak":

"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?" (Al Qur'an, 78:6-7)

Dengan kata lain, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan ini. Dengan cara ini, mereka memancangkan kerak bumi dan mencegahnya dari terombang-ambing di atas lapisan magma atau di antara lempengan-lempengannya. Singkatnya, kita dapat menyamakan gunung dengan paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap menyatu.

Fungsi pemancangan dari gunung dijelaskan dalam tulisan ilmiah dengan istilah "isostasi". Isostasi bermakna sebagai berikut:

Isostasi: kesetimbangan dalam kerak bumi yang terjaga oleh aliran materi bebatuan di bawah permukaan akibat tekanan gravitasi. (Webster's New Twentieth Century Dictionary, 2. edition "Isostasy", New York, s. 975)

Peran penting gunung yang ditemukan oleh ilmu geologi modern dan penelitian gempa, telah dinyatakan dalam Al Qur’an berabad-abad lampau sebagai suatu bukti Hikmah Maha Agung dalam ciptaan Allah.

"Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka..." (Al Qur'an, 21:31)

Teori 'Big Bang' Di Dalam Al-Quran

"Apakah orang-orang kafir tidak melihat bahawa sesungguhnya langit dan bumi pada asalnya bercantum sebagai satu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya.." ( Al-Anbiya' : 30 )Al-Quran merupakan mukjizat yang membuktikan kebenaran Islam, maka Allah swt mengajak manusia berfikir tentang kebenaran fakta yang disampaikan melalui Rasulullah saw.
Sesiapa yang mengkaji kebenaran pernyataan Al-Quran, pasti akan menemui Islam sebagai pegangan hidupnya.
Sebagai contohnya ialah teori 'big bang'.
Syaikh Tantawi Jauhari melalui kitabnya Al-Jawahir yang ditulis sekitar tahun 1920-1930 menyebut :
"Apa yang dijelaskan oleh Al-Quran, langit yang banyak dan bumi ini termasuk matahari, bintang-bintang dan segala alam yang ada di dalamnya, semuanya bercantum padu sebelum ini, kemudian Allah swt pisahkan kesemuanya. Ayat ini adalah mukjizat yang membuktikan kebenaran Al-Quran, kerana ilmu berkenaan perkara ini hanya diketahui pada hari ini"
Menurut teori 'big bang', alam ini pada asalnya bercantum padu, kemudian berlakulah satu letupan yang kuat ( cosmix explotion ) 10 hingga 20 bilion tahun yang lampau, yang dinamakan 'big bang'.
Sejak itu berlakulah pengembangan dan penyejukan ( expending and cooling ) sehingga akhirnya lahirlah bintang-bintang, galaksi dan seumpamanya.
Teori ini pada asalnya diasaskan dari formula General Theory of Relativity yang diutarakan oleh Albert Einstein pada tahun 1915.
Kemudian, pada tahun 1922, seorang pakar fizik Rusia, Alexandar Friedmann mengembang dan mengukuhkan lagi teori ini.
Pada tahun 1929, Edwin Hubble menemui bukti-bukti kukuh yang menyokong teori 'big bang'. Dengan menggunakan alat yang canggih, beliau mendapati alam ini sedang mengembang.
Penemuan ini mengukuhkan lagi pendapat yang mengatakan alam ini bercantum padu pada asalnya diikuti satu letupan besar kerana letupan itulah yang menyebabkan pengembangan ini.
Wallahu a'lam.